Tampilkan postingan dengan label Beauty of Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beauty of Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2013

Jihad dalam Pandangan Islam

- 0 komentar
Banyak orang menafsirkan makna jihad fi sabilillah dengan berbagai macam penafsiran. Mana makna jihad yang benar menurut kaca mata syariat Islam? Dan peperangan seperti apa saja yang dapat dikategorikan sebagai jihad fi sabilillah?

Ada upaya baru yang diciptakan oleh musuh-musuh Islam, yakni meminggirkan dan menghilangkan makna serta pengaruh istilah-istilah Islam di tengah-tengah kaum Muslim.
Salah satu istilah yang berusaha mereka eliminir dan kaburkan adalah istilah jihad. Hal itu dilakukan bukan saja dengan menciptakan stereotipe negatif tentang jihad, mujahid dan syahid, tetapi juga dengan mengalihkan makna jihad secara syar’i ke pengertian jihad secara bahasa (lughawi) yang bersifat lebih umum.



Tidak dipungkiri, kata jihad memiliki pengaruh yang amat luas, dan masih memiliki greget yang mendalam di kalangan kaum Muslim. Gaung jihad akan segera menghentakkan kaum Muslim, yang sehari-harinya biasa-biasa saja. Seketika kita berubah wujud menjadi luar biasa. Fenomena semacam ini amat dipahami, baik oleh musuh-musuh Islam maupun kalangan Muslim sendiri. Tidak aneh jika kata jihad sering dipelintir maknanya untuk kepentingan politik negara-negara besar maupun kalangan-kalangan tertentu.

Dalam skala yang lebih sempit lagi, kata jihad ternyata juga sengaja dipelintir dan dipolitisasi untuk menghadang atau melawan kelompok tertentu yang bertentangan dengan kelompok mereka. Inilah yang sekarang terjadi di negeri ini.

Untuk meluruskan persepsi keliru tentang makna jihad agar tidak digunakan untuk kepentingan politik tertentu, yang dengan gampang mengangkat perkara ini guna menghadang pihak lain yang menghalang-halangi atau mengganggu eksistensi dan kepentingan kelompok mereka, sangatlah penting menjelaskan hakikat jihad yang sebenarnya kepeda seluruh kaum Muslim.

Jihad berasal dari kata jâhada, yujâhidu, jihâd. Artinya adalah saling mencurahkan usaha. Lebih jauh lagi Imam an-Naisaburi dalam kitab tafsirnya menjelaskan arti kata jihad menurut bahasa yaitu mencurahkan segenap tenaga untuk memperoleh maksud tertentu.

Al-Quran menggunakan arti kata jihad seperti diatas dalam beberapa ayatnya, seperti ayat berikut: Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dalam hal yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. (QS. Luqman [31]: 15)

Makna jihad menurut bahasa (lughawi) adalah kemampuan yang dicurahkan semaksimal mungkin; kadang-kadang berupa aktivitas fisik, baik menggunakan senjata atau tidak; kadang-kadang dengan menggunakan harta benda dan kata-kata; kadang-kadang berupa dorongan sekuat tenaga untuk meraih target tertentu; dan sejenisnya. Makna jihad secara bahasa ini bersifat umum, yaitu kerja keras.

Al-Quran telah mengarahkan makna jihad pada arti yang lebih spesifik, yaitu: Mencurahkan segenap tenaga untuk berperang di jalan Allah, baik langsung maupun dengan cara mengeluarkan harta benda, pendapat, memperbanyak logistik, dan lain-lain.

Pengertian semacam ini tampak dalam kata jihad yang ada dalam ayat-ayat Madaniyah. Maknanya berbeda dengan kata jihad yang terdapat dalam ayat-ayat Makkiyah.  Kata jihad mengandung makna bahasa yang bersifat umum, sebagaimana pengertian yang tampak dalam al-Quran surat al-Ankabut [29]: ayat 6 dan 8 serta surat Luqman [31]: ayat 15.

Tidak kurang dari 26 kata jihad digunakan dalam ayat-ayat Madaniyah. Semuanya mengindikasikan bahwa jihad di sini mengandung muatan makna perang menentang orang-orang  kafir. (net/jpnn)
dan keutamaan orang yang pergi berperang dibandingkan dengan orang yang berdiam diri saja. Pengertian semacam ini diwakili oleh firman Allah SWT:

Berangkatlah kalian, baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan diri kalian di jalan Allah. Yang demikian adalah lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. (TQS. at-Taubah [9]: 41). (net/jpnn)

 disadur dari : hariansumutpos.com
[Continue reading...]

Rukun Islam dan Rukun Iman

- 0 komentar
Alhamdulillah...

Segala puji bagi Allah yang memberikan nikmat yang begitu banyak kepada kita. Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Tuhan yang memberikan kehidupan, rizki, dan berbagai macam hal yang luar biasa. Maka sudah sepatutnyalah kita bersyukur kepada-Nya.

Dari sekian banyak nikmat yang diberikan Allah kepada kita, iman adalah yang terbesar. Kita bisa menikmati indahnya Islam sebagai agama yang memberikan rahmat bagi alam semesta. Sebagai seorang muslim, kita memiliki tanggungjawab yang besar. Beribadah kepada Allah, menjalankan amanah sebagai khalifah, dan melaksanakan tugas dakwah. Untuk melaksanakan itu semua tentunya dibutuhkan pondasi yang kuat, yaitu keimanan. Dengan keimanan maka kita memiliki dasar untuk menapaki kehidupan dan mencapai kesempurnaan Islam. 

sumber gambar : google

Seperti kita ketahui, Islam sebagai agama yang penuh rahmat memiliki dasar-dasar pokok yang harus dijalani. Di antaranya adalah Rukun Islam dan Rukun Iman.


" Adapun rukun - rukun Islam itu ada lima yaitu :
  1. bersyahadat bahwa tiada Tuhan kecuali Alloh, dan
  2. mendirikan sholat, 
  3. mengeluarkan zakat,
  4. berpuasa di bulan Romadhon dan 
  5. berhaji ke Baitulloh bagi orang yg mampu akan perjalanannya. "
أركان الإيمان ستة: أن تؤمن بالله ، وملائكته، وكتبه ، وباليوم الآخر ، وبالقدر خيره وشره من الله تعالى

" Adapun rukun iman itu ada 6,
  1. beriman kepada Alloh, dan 
  2. beriman kepada malaikat-malaikatnya Alloh, dan 
  3. beriman kepada kitab-kitabNya, dan 
  4. beriman kepada para Rasul Nya, 
  5. beriman kepada hari akhir, dan 
  6. beriman kepada takdir baik dan buruk dari Alloh SWT ".
Demikian Rukun Islam dan Rukun Iman yang harus ditaati oleh setiap muslim. Setiap butirnya adalah mutiara berharga yang harus diamalkan sepenuh hati dengan penuh keikhlasan. Insya Allah, pada postingan berikutnya kita akan membahas secara lebih dalam mengenai poin-poin tersebut...wallahu'alam...
[Continue reading...]
 
Copyright © . Electronism - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger